AUTOEXPERTPRODUCTS — Dengan mempertimbangkan kebijakan tarif resiprokal yang direncanakan oleh Amerika Serikat, Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menekankan peluang yang ada di Indonesia untuk meningkatkan industri otomotif domestik.
Indonesia dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat posisinya dalam industri mobil global dengan membangun kerja sama yang erat dengan negara-negara di kawasan selatan.
Kita harus mencari peluang di setiap tantangan. Menurut Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam, yang dikutip Jumat (21/3/2025), salah satunya adalah bagaimana kami membangun aliansi di antara negara-negara global selatan.
Sangat penting bagi Indonesia untuk bekerja sama dengan negara-negara selatan seperti India dan Brasil untuk pertukaran etanol dan biosolar, menurut Bob Azam, karena pasar mobil antara negara utara dan selatan sangat berbeda, dan negara utara telah beralih ke bahan bakar dengan standar euro 6. Langkah ini meningkatkan ketahanan energi nasional dan industri mobil.
Jika kita dapat melakukan pertukaran dengan negara-negara ini, itu akan sangat menguntungkan. Kita dapat membeli etanol dari mereka dan mereka juga dapat membeli biosolar dari kita. Menurutnya, kerja sama seperti ini harus diperluas ke depan.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menandatangani memorandum yang meminta pemerintahannya untuk menetapkan tarif resiprokal yang setara terhadap setiap mitra dagang asing.
Donald Trump telah membuat keputusan bahwa AS akan mengenakan tarif resiprokal demi keadilan, yang berarti AS akan mengenakan tarif yang setara, tidak lebih atau kurang, terhadap berapa pun tarif yang dikenakan negara lain kepada AS.
Defisit Perdagangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3139627/original/094131400_1590806581-Screenshot__256_.jpg)
Memorandum tersebut menyatakan bahwa tujuan kebijakan ini adalah untuk mengurangi defisit perdagangan tahunan Amerika Serikat yang signifikan dan berkelanjutan, serta untuk mengatasi masalah lain yang dianggap tidak seimbang dan tidak adil dalam perdagangan dengan mitra dagang asing.
Melalui penetapan tarif resiprokal yang setara, pemerintah Amerika Serikat berkomitmen untuk mencegah perdagangan non-resiprokal dengan mitra dagang melalui Rencana yang Adil dan Resiprokal.
Rencana tersebut mengungkapkan bahwa strategi ini akan memiliki cakupan yang luas dan akan memeriksa semua hubungan perdagangan non-resiprokal dengan mitra dagang AS.
Toyota Indonesia Incar Ekspor 3 Juta Unit pada 2025
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3793938/original/060480800_1640268268-ekspor_toyota.jpeg)
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) terus berusaha untuk meningkatkan ekspor produk buatan negara. Jenama asal Jepang ini bahkan menargetkan pengiriman 3 juta unit pada tahun ini.
Target ini sendiri adalah jumlah total yang Toyota rencanakan untuk mencapai dari awal ekspornya ke lebih dari 100 negara tujuan pada tahun 1987 hingga saat ini.
Saat ditemui di acara media iftar Toyota di Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (18/3/2025) malam, Wakil Presiden Direktur PT TMMIN Bob Azam menyatakan, “Insya Allah, tahun ini kita akan mencapai 3 juta ekspor. Mudah-mudahan nanti ada ceremony-nya.”
Data menunjukkan bahwa ekspor Toyota lebih dari 2,5 juta unit pada Oktober 2024 dan akan mencapai 2,8 juta unit pada awal 2025.
Bob juga mengatakan bahwa ekspor Toyota mencapai 39 ribu unit dari Januari hingga Februari 2025, yang merupakan kurang lebih 60 persen dari total ekspor mobil Indonesia.
Selain itu, jumlah ekspor Toyota sendiri turun dari 290 ribu unit pada 2023 menjadi hanya 276 ribu unit pada tahun sebelumnya.
seperti yang kita semua ketahui, kondisi pasar global mengalami penurunan. Bob menegaskan bahwa konflik antara Rusia dan Ukraina akan menghabiskan energi di Eropa, mengurangi permintaan dan mempengaruhi ekonomi global.
Optimistis
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/4209225/original/016552300_1667196664-IMG_20220819_103113.jpg)
Namun, perusahaan otomotif terbesar asal Jepang tersebut akan terus berupaya meningkatkan produksi dan, tentu saja, ekspornya di tengah kondisi yang sulit ini.
Toyota optimistis mampu memenuhi berbagai target tahun ini karena perusahaan menjalankan berbagai strategi.
Dia menyatakan, “Kami terus meningkatkan produktivitas dan efisiensi karena itu kuncinya hadapi daya saing global. Terus kami adakan improvement, terus melakukan penelitian pasar, kerja sama dengan regional office untuk mengetahui perilaku konsumen di sana.”
SUMBER LIPUTAN6.COM : Kebijakan AS Bawa Peluang Bagi Industri Otomotif Indonesia, Apa Itu?