
Jakarta – Perut terasa penuh, kencang, dan tidak nyaman setelah makan dalam jumlah banyak? Kondisi begah memang bisa mengganggu aktivitas. Selain mengurangi porsi makan berikutnya, pilihan minuman juga dapat membantu membuat pencernaan terasa lebih nyaman.
Makan berlebihan cukup sering terjadi, terutama ketika sedang liburan, berkumpul bersama keluarga, atau menikmati akhir pekan. Beragam makanan yang tersedia terkadang membuat seseorang sulit mengontrol jumlah makanan yang masuk.
Akibatnya, rasa kenyang bisa berubah menjadi begah. Perut terasa penuh dan muncul sensasi tidak nyaman setelah makan.
Untuk membantu meredakannya, sebaiknya hindari terlebih dahulu minuman bersoda atau minuman berkafein dalam jumlah berlebihan. Sebagai gantinya, beberapa minuman tertentu dapat menjadi pilihan.
Dilansir dari NYPost, berikut sejumlah minuman yang dapat dicoba ketika perut terasa begah setelah makan terlalu banyak.
1. Air lemon
Air putih merupakan pilihan sederhana untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan setelah makan. Jika ingin memberikan rasa segar, air putih dapat ditambahkan irisan atau sedikit perasan lemon.
Menurut penelitian yang dikutip NYPost, konsumsi air lemon dapat membantu meningkatkan laju pengosongan lambung hingga sekitar 1,5 kali lipat.
Lemon juga mempunyai efek diuretik ringan sehingga dapat membantu tubuh mengeluarkan kelebihan cairan dan mendukung kerja sistem pencernaan.
Meski demikian, jangan mengonsumsinya secara berlebihan. Sifat asam pada lemon dapat menjadi masalah bagi orang yang sensitif terhadap makanan atau minuman asam, termasuk mereka yang memiliki masalah asam lambung.
2. Teh jahe
Jahe telah lama digunakan sebagai bahan herbal untuk membantu mengatasi berbagai keluhan pencernaan. Teh yang dibuat dari jahe pun dapat menjadi pilihan ketika perut terasa penuh dan begah.
Ahli gizi Crystal Orozco, RD, menyebut teh jahe sebagai salah satu minuman yang kerap diandalkannya ketika mengalami masalah pencernaan.
Jahe mengandung senyawa aktif seperti gingerol dan shogaol. Senyawa tersebut dikaitkan dengan kemampuan membantu mengurangi mual, muntah, kembung, dan gas.
Jahe juga dapat membantu mengendurkan otot saluran pencernaan dan mendukung proses pengosongan lambung. Sifat anti-inflamasinya turut berpotensi membantu mengurangi gas dan peradangan.
Agar rasanya lebih nikmat, teh jahe dapat diberi tambahan lemon atau sedikit madu.
3. Teh biji adas
Biji adas atau fennel juga dapat diseduh menjadi teh hangat. Rempah ini mengandung anethole yang dapat membantu mengendurkan otot pada saluran pencernaan.
Karena memiliki sifat karminatif, teh biji adas dapat membantu mengurangi penumpukan gas sekaligus meredakan rasa tidak nyaman seperti sakit perut dan kram.
Minuman tersebut juga dipercaya dapat mendukung pergerakan sistem pencernaan dan meningkatkan frekuensi buang air besar. Dengan begitu, sisa makanan dalam saluran pencernaan dapat lebih cepat dikeluarkan.
4. Teh hijau
Pilihan lain yang dapat dikonsumsi adalah teh hijau. Minuman ini mengandung katekin dan kafein yang dapat mendukung pergerakan usus.
Kandungan antioksidannya juga memiliki sifat yang membantu melawan peradangan. Sementara itu, sensasi hangat dari teh dapat memberikan rasa nyaman ketika perut sedang tidak enak.
Namun, teh hijau bukan pilihan yang cocok untuk semua orang. Kandungan kafein, terutama pada teh yang diseduh terlalu pekat, dapat membuat sebagian orang mengalami peningkatan asam lambung.
Karena itu, sebaiknya konsumsi teh hijau secukupnya. Teh yang diseduh sendiri juga dapat menjadi pilihan dibandingkan produk teh kemasan yang mungkin mengandung tambahan gula.
5. Air dengan baking soda
Baking soda atau natrium bikarbonat umumnya dikenal sebagai bahan untuk membuat kue mengembang. Bahan ini juga sering digunakan dalam berbagai keperluan rumah tangga.
Namun, baking soda memiliki sifat basa yang dapat menetralkan asam. Jennifer Christman, ahli gizi, menyebut sebagian orang menggunakan air yang dicampur baking soda untuk membantu meredakan gangguan pencernaan.
Sifat basa dari natrium bikarbonat dapat membantu menaikkan pH larutan yang bersifat asam.
Meski demikian, penggunaan baking soda sebagai minuman perlu dilakukan dengan sangat hati-hati dan tidak berlebihan. Kandungan natriumnya cukup tinggi sehingga tidak cocok dikonsumsi sembarangan, terutama bagi orang dengan kondisi tertentu yang perlu membatasi asupan garam atau natrium.
Pada dasarnya, rasa begah setelah makan terlalu banyak juga dapat dicegah dengan mengatur porsi makan dan mengunyah makanan secara perlahan. Pilihan minuman yang tepat dapat membantu memberikan rasa nyaman, tetapi tetap penting memperhatikan respons tubuh terhadap setiap jenis minuman.
