
Jakarta – Menjalani program penurunan berat badan bukan berarti harus menghindari buah dan sayuran. Justru, kedua kelompok makanan tersebut dapat menjadi sumber nutrisi yang mendukung pola makan lebih sehat.
Jus bisa menjadi salah satu cara menikmati buah dan sayuran. Namun, pilihan jus untuk diet sebaiknya tidak sembarangan. Jus yang dibuat sendiri dari bahan segar lebih mudah dikontrol kandungan gulanya dibandingkan produk kemasan yang umumnya memiliki tambahan gula atau bahan lainnya.
Dikutip dari Healthline dan Forbes Health, sejumlah buah serta sayuran berikut dapat diolah menjadi jus yang mendukung pola makan untuk mengontrol berat badan.
1. Jus bit
Buah bit memiliki warna khas karena kaya akan senyawa antioksidan. Kandungan tersebut dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk mendukung metabolisme tubuh.
Bit dalam bentuk utuh juga mengandung serat dan relatif rendah kalori. Serat dapat membantu memperlambat proses pengosongan lambung sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama.
Dengan rasa kenyang yang lebih lama, seseorang berpotensi lebih mudah mengontrol jumlah makanan yang dikonsumsi sepanjang hari.
2. Jus seledri
Seledri memiliki kandungan air yang tinggi sehingga dapat menjadi bahan jus yang menyegarkan. Sayuran ini juga relatif rendah kalori.
Memilih makanan atau minuman dengan kepadatan kalori rendah dapat membantu seseorang mengatur asupan energi ketika sedang berusaha menurunkan berat badan.
Selain air, seledri juga menyediakan berbagai senyawa antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari stres oksidatif dan mendukung pengendalian peradangan.
3. Jus ceri
Ceri dapat menjadi pilihan bahan jus bagi orang yang sedang menjaga berat badan. Salah satu alasannya berkaitan dengan kualitas tidur.
Buah ceri mengandung melatonin, yaitu hormon yang berperan dalam mengatur siklus tidur dan bangun.
Tidur yang cukup dan berkualitas merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat. Beberapa penelitian juga mengaitkan durasi tidur yang lebih baik dengan keberhasilan pengelolaan berat badan.
4. Jus delima
Delima dikenal memiliki kandungan antioksidan dan polifenol yang cukup tinggi. Senyawa polifenol telah banyak diteliti karena potensinya dalam mendukung berbagai aspek kesehatan.
Konsumsi delima juga dapat membantu mendukung pengaturan nafsu makan, sehingga lebih mudah mengontrol asupan kalori.
Selain itu, buah ini memiliki kandungan kalori yang relatif rendah dan dapat menjadi bagian dari menu seimbang ketika sedang menjalani program penurunan berat badan.
5. Jus wortel
Wortel merupakan sayuran yang kaya nutrisi dan mengandung serat. Serat berperan penting dalam memberikan rasa kenyang dan membantu seseorang mengontrol keinginan makan.
Wortel juga mengandung karotenoid, yaitu kelompok senyawa yang memberikan warna oranye pada sayuran tersebut.
Sejumlah penelitian mengaitkan konsumsi makanan yang kaya karotenoid dengan berbagai manfaat metabolisme. Karena itu, jus wortel dapat menjadi salah satu alternatif minuman berbahan sayuran.
6. Jus sayuran hijau
Jus yang dibuat dari kombinasi sayuran hijau bisa menjadi cara praktis untuk menambah asupan sayuran dalam pola makan.
Bayam, kale, peterseli, dan brokoli dapat digunakan sebagai bahan utama. Untuk memberikan rasa yang lebih segar dan tidak terlalu kuat, bahan seperti mentimun, seledri, atau apel hijau juga bisa ditambahkan.
Sayuran hijau umumnya menyediakan serat, vitamin, mineral, serta berbagai antioksidan dengan kandungan gula yang relatif rendah.
Asupan sayuran yang cukup juga mendukung kesehatan sistem pencernaan dan membantu menjaga pola makan tetap kaya nutrisi.
7. Jus semangka
Semangka mengandung banyak air sehingga sangat menyegarkan ketika diolah menjadi jus. Kandungan air yang tinggi dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan sekaligus membuat perut terasa lebih penuh.
Buah ini juga relatif rendah kalori sehingga dapat menjadi pilihan ketika ingin menikmati minuman berbahan buah tanpa asupan energi yang terlalu tinggi.
Semangka mengandung berbagai nutrisi dan senyawa, termasuk asam amino citrulline. Buah ini juga mengandung arginine yang berkaitan dengan berbagai proses metabolisme dalam tubuh.
8. Jus jahe
Jahe dapat ditambahkan ke dalam jus sebagai bahan yang memberikan rasa hangat sekaligus aroma khas.
Salah satu hal yang menarik dari jahe adalah potensinya dalam memengaruhi termogenesis, yaitu proses ketika tubuh menghasilkan panas dan menggunakan energi.
Beberapa penelitian juga mengaitkan jahe dengan pengaturan nafsu makan dan metabolisme. Selain itu, jahe memiliki kandungan senyawa antioksidan.
Untuk membuatnya lebih segar, jahe dapat dipadukan dengan perasan lemon. Namun, penggunaan jahe sebaiknya tetap secukupnya agar rasa jus tidak terlalu kuat.
Pada akhirnya, jus bukanlah minuman ajaib yang secara langsung meluruhkan lemak. Penurunan berat badan tetap bergantung pada keseimbangan antara asupan energi, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan pola hidup secara keseluruhan.
Jika ingin menjadikan jus sebagai bagian dari diet, pilih bahan segar dan hindari tambahan gula berlebihan agar manfaat nutrisinya tidak berkurang.
