
Jakarta – Menjaga kesehatan hati tidak hanya dilakukan dengan menghindari makanan tertentu. Pilihan minuman sehari-hari juga dapat menjadi bagian dari kebiasaan yang mendukung fungsi organ tersebut, salah satunya teh hijau.
Teh hijau dibuat dari daun Camellia sinensis dan melalui proses pengolahan yang relatif lebih singkat dibandingkan teh hitam. Proses tersebut membantu mempertahankan kandungan nutrisi serta antioksidan di dalamnya.
Hati sendiri memiliki banyak fungsi penting, mulai dari memproses nutrisi, menyaring zat dari darah, menghasilkan empedu, hingga membantu mengatur kadar gula darah dan kolesterol. Karena itu, menjaga kondisi organ ini membutuhkan pola hidup yang seimbang.
Lantas, apa pengaruh konsumsi teh hijau terhadap hati jika dilakukan secara rutin? Dikutip dari Eating Well, berikut beberapa efek yang dikaitkan dengan minuman tersebut.
1. Membantu Melindungi Sel Hati
Salah satu manfaat teh hijau bagi hati berkaitan dengan kandungan antioksidannya, terutama epigallocatechin gallate (EGCG), yang merupakan salah satu katekin utama dalam teh hijau.
Tubuh dapat mengalami stres oksidatif ketika jumlah radikal bebas melebihi kemampuan antioksidan untuk menetralisirnya. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan sel, termasuk pada hati yang mengalami tekanan akibat peradangan atau penumpukan lemak.
EGCG membantu menetralkan molekul tidak stabil sekaligus mendukung sistem pertahanan antioksidan tubuh. Senyawa ini juga dikaitkan dengan pengaturan peradangan dan metabolisme lemak di hati.
Selain itu, EGCG disebut dapat mendukung autofagi, yakni mekanisme pembersihan seluler yang membantu sel membuang komponen-komponen yang mengalami kerusakan.
2. Mendukung Kondisi Hati pada Penyakit Lemak Hati
Teh hijau juga menjadi perhatian dalam kaitannya dengan MASLD (Metabolic dysfunction-Associated Steatotic Liver Disease), kondisi ketika lemak menumpuk terlalu banyak di dalam sel hati.
MASLD sebelumnya lebih dikenal sebagai penyakit hati berlemak. Kondisi ini dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas dan diperkirakan memengaruhi sekitar 30% orang dewasa di seluruh dunia.
Ahli Johannah Katz, MA, RDN, menyebut konsumsi teh hijau sebagai salah satu kebiasaan yang dapat mendukung kesehatan hati, khususnya pada orang dengan penyakit hati berlemak.
Menurut studi laboratorium yang dikutip Eating Well, EGCG dalam teh hijau dapat memengaruhi sejumlah jalur yang berkaitan dengan fungsi hati. Sejumlah penelitian pada manusia juga menghubungkan konsumsi teh hijau dengan perubahan positif pada beberapa penanda kesehatan hati.
3. Berpotensi Membantu Menjaga Enzim Hati
Kadar enzim hati yang meningkat dapat menjadi salah satu petunjuk adanya masalah pada organ tersebut. Konsumsi teh hijau secara rutin disebut dapat membantu menurunkan kadar enzim hati ke tingkat yang lebih sehat.
“Membiasakan minum teh hijau dikaitkan dengan penurunan enzim hati, bahkan hanya dalam beberapa minggu konsumsi rutin,” kata Malina Malkani, MS, RDN, CDN, LDN, BLW.
Dalam penjelasan yang dikutip, efek tersebut dapat terlihat pada orang yang mengonsumsi sekitar tiga hingga empat cangkir teh hijau per hari.
Kebiasaan Lain untuk Menjaga Kesehatan Hati
Meski teh hijau dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat, kesehatan hati tetap membutuhkan dukungan dari berbagai kebiasaan lain. Berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan:
Pilih makanan bergizi seimbang
Utamakan makanan utuh dan batasi makanan yang telah melalui banyak proses pengolahan. Pola makan sebaiknya mencakup karbohidrat, protein tanpa lemak, dan sumber lemak sehat. Asupan lemak jenuh serta makanan dan minuman dengan gula tambahan juga sebaiknya dibatasi.
Rutin bergerak
Aktivitas fisik membantu tubuh menggunakan trigliserida sebagai sumber energi. Jika dilakukan secara teratur, olahraga dapat membantu mengurangi jumlah lemak yang tersimpan di hati.
Kurangi paparan zat berbahaya
Paparan bahan kimia dari berbagai produk rumah tangga, asap rokok, maupun aerosol dapat berdampak buruk terhadap sel hati. Gunakan produk berbahan kimia di tempat yang memiliki ventilasi baik dan hindari paparan asap rokok.
Batasi alkohol
Konsumsi alkohol dapat menyebabkan kerusakan pada sel hati dan dalam jangka panjang berkontribusi terhadap terbentuknya jaringan parut atau sirosis. Karena itu, membatasi atau menghindari alkohol menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan hati.
Pada akhirnya, teh hijau dapat menjadi salah satu pilihan minuman dalam pola hidup yang mendukung kesehatan hati. Namun, manfaatnya sebaiknya tidak dipandang sebagai pengganti pola makan sehat, aktivitas fisik, dan kebiasaan hidup yang baik secara keseluruhan.
