
Jakarta – Bagi sebagian orang, secangkir kopi menjadi minuman wajib untuk memulai aktivitas di pagi hari. Namun, langsung minum kopi setelah bangun tidur tanpa mengonsumsi makanan apa pun ternyata dapat menimbulkan sejumlah efek yang kurang baik bagi tubuh.
Kebiasaan menikmati kopi sebelum sarapan memang cukup umum dilakukan. Meski memberikan rasa segar dan membantu meningkatkan energi, kondisi perut kosong dapat membuat tubuh lebih sensitif terhadap kandungan kafein dalam kopi.
Mengutip Verywell Health, konsumsi kopi tanpa makanan terlebih dahulu berpotensi memicu beberapa gangguan, terutama pada orang yang memiliki masalah pencernaan atau sensitif terhadap kafein.
Berikut beberapa dampak yang dapat terjadi jika terlalu sering minum kopi saat perut kosong.
1. Asam lambung meningkat dan muncul rasa panas di dada
Salah satu efek yang paling sering dirasakan adalah meningkatnya produksi asam lambung. Kopi dapat merangsang lambung menghasilkan lebih banyak asam, sementara kondisi perut kosong membuat lapisan lambung lebih mudah mengalami iritasi.
Akibatnya, sebagian orang dapat mengalami gejala seperti rasa panas di dada, nyeri ulu hati, atau heartburn.
Sebuah penelitian pada 2014 juga menemukan bahwa kopi dengan tingkat pemanggangan ringan (light roast) dapat meningkatkan produksi asam lambung lebih tinggi dibandingkan kopi dark roast. Bagi orang yang memiliki masalah asam lambung, memilih jenis kopi dengan tingkat panggang lebih gelap bisa menjadi pertimbangan.
2. Efek kafein terasa lebih kuat
Ketika kopi dikonsumsi tanpa adanya makanan di dalam perut, kafein dapat lebih cepat masuk ke aliran darah. Hal ini membuat efek stimulan dari kafein terasa lebih intens.
Beberapa efek yang mungkin muncul antara lain jantung berdebar, rasa gelisah, peningkatan tekanan darah, hingga sakit kepala.
Dampak kafein juga dapat bertahan selama beberapa jam setelah diminum. Karena itu, konsumsi kopi terlalu dekat dengan waktu tidur dapat mengganggu kualitas istirahat.
Para ahli umumnya menyarankan batas konsumsi kafein tidak lebih dari 400 mg per hari, atau sekitar empat hingga lima cangkir kopi tergantung jenis dan ukuran sajian.
3. Memicu masalah pada sistem pencernaan
Selain memengaruhi lambung, kopi saat perut kosong juga dapat menyebabkan gangguan pada saluran cerna.
Sebagian orang mungkin mengalami keluhan seperti perut kembung, mual, kram, hingga diare setelah minum kopi tanpa makan terlebih dahulu.
Kondisi ini lebih mungkin terjadi pada mereka yang memiliki gangguan pencernaan tertentu, seperti sindrom iritasi usus besar (IBS). Kandungan dalam kopi juga dapat merangsang gerakan usus sehingga membuat keinginan buang air besar muncul lebih cepat.
4. Memengaruhi kadar hormon kortisol
Kafein dalam kopi diketahui dapat merangsang pelepasan kortisol, yaitu hormon yang berperan dalam mengatur respons stres, metabolisme, dan tekanan darah.
Walaupun peningkatan kortisol akibat kopi tidak selalu besar, konsumsi kopi saat kondisi tubuh kosong dapat memengaruhi sebagian orang, terutama yang mudah mengalami kecemasan.
Kadar kortisol yang meningkat dapat berkaitan dengan perubahan suasana hati, rasa mudah gelisah, serta gangguan tidur. Dalam jangka panjang, ketidakseimbangan hormon stres juga dapat berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Jika kopi tetap menjadi bagian dari rutinitas pagi, sebaiknya konsumsi setelah makan atau setidaknya setelah mengonsumsi camilan ringan. Adanya makanan di dalam perut dapat membantu memperlambat penyerapan kafein dan mengurangi kemungkinan munculnya efek samping.
