
Jakarta – Makan berlebihan saat pesta Tahun Baru sering kali meninggalkan rasa tidak nyaman. Perut bisa terasa penuh, kembung, dan begah setelah menyantap banyak makanan. Selain memberi waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan, beberapa jenis teh juga bisa menjadi pilihan untuk membantu membuat perut terasa lebih nyaman.
Momen pergantian tahun biasanya dirayakan dengan berbagai hidangan menggugah selera. Daging, makanan tinggi lemak, makanan manis, hingga camilan kerap tersaji dalam jumlah banyak sehingga membuat seseorang sulit mengontrol porsi makan.
Akibatnya, setelah acara selesai, muncul sensasi perut terlalu penuh dan begah. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika sistem pencernaan harus bekerja lebih keras setelah menerima makanan dalam jumlah banyak, sementara gas juga dapat menumpuk di saluran cerna.
Salah satu minuman yang dapat dikonsumsi untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman tersebut adalah teh herbal. Beberapa jenis teh diketahui memiliki kandungan yang dapat mendukung proses pencernaan dan membantu mengurangi gas.
Dikutip dari The Real Gut Doctor, berikut enam teh yang bisa menjadi pilihan ketika perut terasa begah setelah makan berlebihan.
1. Teh jahe
Jahe sudah lama dikenal sebagai bahan alami yang dapat mendukung kesehatan pencernaan. Kandungan aktif di dalamnya dapat membantu merangsang produksi enzim pencernaan dan cairan lambung yang berperan dalam proses pengolahan makanan.
Minuman berbahan jahe juga memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat membantu mengurangi rasa mual. Karena itu, teh jahe bisa dikonsumsi ketika perut terasa penuh, berat, atau kurang nyaman setelah makan banyak.
2. Teh peppermint
Sensasi segar dari peppermint ternyata juga dapat memberikan efek pada saluran pencernaan. Teh peppermint membantu membuat otot di saluran cerna lebih rileks, sehingga gas yang terperangkap di dalam usus lebih mudah bergerak keluar.
Hal tersebut membuat peppermint kerap digunakan untuk membantu mengatasi perut kembung. Namun, orang yang memiliki masalah asam lambung atau GERD sebaiknya berhati-hati karena peppermint dapat memperburuk gejala pada sebagian orang.
3. Teh fennel
Biji fennel atau adas juga dapat diolah menjadi teh yang membantu mengatasi gangguan pencernaan. Kandungan minyak esensial di dalamnya dipercaya dapat membantu mengurangi gas sekaligus meredakan kram pada perut.
Fennel juga memberikan efek menenangkan pada saluran pencernaan. Karena sifatnya yang relatif lembut, teh ini sering dipilih sebagai minuman herbal untuk membantu mengatasi rasa tidak nyaman setelah makan.
4. Teh chamomile
Chamomile bukan hanya populer sebagai minuman yang membantu tubuh lebih rileks. Teh ini juga dapat memberikan manfaat bagi sistem pencernaan.
Kandungan dalam chamomile dapat membantu meredakan peradangan ringan serta mengurangi iritasi pada saluran cerna. Hal ini membuatnya cocok dikonsumsi ketika perut terasa tidak nyaman setelah makan dalam jumlah banyak.
Chamomile juga menarik karena memiliki kaitan dengan hubungan antara otak dan usus. Sifatnya yang menenangkan membuat teh ini dapat menjadi pilihan untuk diminum menjelang waktu istirahat.
5. Teh akar dandelion
Jika makanan yang dikonsumsi didominasi hidangan berlemak, teh akar dandelion dapat menjadi salah satu pilihan. Minuman ini diketahui dapat mendukung produksi empedu yang berperan dalam proses pencernaan lemak.
Dengan membantu proses tersebut, teh dandelion dapat mendukung pencernaan setelah seseorang mengonsumsi makanan tinggi lemak. Minuman ini juga disebut dapat membantu mengurangi rasa kembung yang berkaitan dengan retensi cairan.
6. Teh akar licorice
Akar licorice atau akar manis memiliki karakter berbeda dari beberapa teh herbal lainnya. Minuman ini dapat membantu melapisi dan melindungi lapisan lambung sehingga saluran cerna lebih terlindungi dari iritasi.
Teh licorice kerap digunakan untuk membantu meredakan sensasi perih, panas, maupun rasa tidak nyaman yang berkaitan dengan asam lambung dan refluks setelah makan.
Meski demikian, konsumsi licorice sebaiknya tidak berlebihan. Penggunaan dalam jumlah tinggi atau dalam jangka panjang dapat memengaruhi tekanan darah sehingga perlu diperhatikan, terutama bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
