
Jakarta – Waktu mengonsumsi kopi ternyata mungkin sama pentingnya dengan jumlah yang diminum. Sebuah penelitian terhadap puluhan ribu orang dewasa di Amerika Serikat menemukan adanya perbedaan risiko kesehatan antara orang yang menikmati kopi pada pagi hari dan mereka yang meminumnya hingga siang, sore, atau malam.
Selama ini, pembahasan mengenai kopi lebih sering berfokus pada jumlah cangkir dan kandungan kafein. Temuan tersebut menambahkan satu hal lain yang patut diperhatikan, yakni waktu konsumsi.
Dikutip dari Independent UK, para peneliti menganalisis pola minum kopi lebih dari 40.000 orang dewasa di Amerika Serikat. Mereka kemudian membandingkan kebiasaan minum kopi pada waktu yang berbeda dengan risiko kematian secara keseluruhan dan kematian akibat penyakit kardiovaskular.
1. Peminum kopi pagi menunjukkan risiko lebih rendah
Dalam penelitian tersebut, waktu konsumsi kopi dibagi menjadi tiga rentang, yakni pagi sekitar pukul 04.00-11.59, siang pukul 12.00-16.59, dan malam pukul 17.00-03.59.
Dari hasil analisis, orang yang sebagian besar minum kopi pada pagi hari memiliki risiko kematian sekitar 16 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi kopi.
Hubungan serupa juga terlihat pada penyakit jantung. Kelompok peminum kopi pagi tercatat memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular sekitar 31 persen lebih rendah.
Menariknya, manfaat tersebut tidak terlihat dengan pola konsumsi kopi yang tersebar sepanjang hari.
2. Ngopi sampai sore atau malam tidak menunjukkan manfaat yang sama
Peserta yang minum kopi pada berbagai waktu dalam sehari, termasuk hingga sore dan malam, tidak memperlihatkan penurunan risiko kematian maupun penyakit jantung yang sama seperti kelompok peminum kopi pagi.
Analisis penelitian juga menunjukkan bahwa jumlah kopi yang lebih banyak berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah, tetapi hubungan tersebut terutama terlihat pada orang yang membatasi konsumsi kopi pada pagi hari.
Hal ini membuat peneliti menduga bahwa waktu minum kopi mungkin memiliki peran tersendiri, bukan sekadar berapa banyak kopi yang dikonsumsi.
3. Ritme biologis diduga ikut berperan
Salah satu kemungkinan penjelasan berkaitan dengan ritme sirkadian, yaitu sistem biologis yang mengatur siklus tidur dan bangun tubuh.
Kafein yang dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur dapat mengganggu kualitas tidur pada sebagian orang. Gangguan terhadap pola tidur kemudian dapat memengaruhi sejumlah proses tubuh yang berkaitan dengan tekanan darah, hormon, dan kesehatan jantung.
Dr. Lu Qi dari Tulane University, salah satu penulis studi, menjelaskan bahwa penelitian sebelumnya telah banyak membahas hubungan kopi dengan kesehatan. Namun, aspek waktu konsumsi masih relatif jarang diteliti secara khusus.
Menurutnya, kopi pada sore atau malam hari berpotensi mengganggu ritme biologis tubuh dan memengaruhi beberapa faktor yang berkaitan dengan kesehatan kardiovaskular. Meski begitu, mekanisme tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
4. Temuan juga terlihat pada kopi tanpa kafein
Para peneliti mencatat pola manfaat yang serupa pada peminum kopi berkafein maupun kopi tanpa kafein. Hal ini mengisyaratkan bahwa hubungan tersebut mungkin tidak semata-mata bergantung pada kafein.
Pola konsumsi juga menjadi perhatian. Orang yang hanya minum kopi pada pagi hari cenderung mengonsumsi lebih sedikit kopi secara keseluruhan dibandingkan mereka yang minum sepanjang hari.
Profesor Thomas Lüscher dari Royal Brompton and Harefield Hospitals di London menilai waktu konsumsi kopi patut dipertimbangkan, terutama bagi orang yang mengalami gangguan tidur setelah minum kopi pada siang atau malam hari.
Bukan berarti kopi pagi otomatis membuat umur lebih panjang
Meski hasil penelitian cukup menarik, temuan tersebut menunjukkan hubungan, bukan bukti bahwa minum kopi pada pagi hari secara langsung menyebabkan seseorang hidup lebih lama.
Masih diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui apakah mengubah waktu minum kopi benar-benar dapat menurunkan risiko penyakit atau kematian. Faktor lain seperti pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, kondisi kesehatan, dan gaya hidup juga dapat memengaruhi hasil.
Untuk saat ini, temuan tersebut memberi perspektif baru bahwa dalam menikmati kopi, bukan hanya jumlahnya yang perlu diperhatikan, tetapi juga kapan kopi diminum. Bagi sebagian orang, membatasi kopi pada pagi hari juga dapat membantu menjaga kualitas tidur dan menghindari efek kafein menjelang malam.
