
Jakarta – Telur rebus sering menjadi pilihan praktis bagi orang yang sedang berusaha menurunkan berat badan. Selain mudah dibuat, makanan ini kaya protein dan dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Telur memang sudah lama dikenal sebagai salah satu sumber protein hewani yang bernutrisi. Kandungan proteinnya dapat membantu mengontrol nafsu makan, sementara sejumlah nutrisi di dalamnya turut mendukung kebutuhan tubuh selama menjalani diet.
Dikutip dari Medical News Today, konsumsi telur dapat membantu meningkatkan rasa kenyang dan metabolisme sehingga berpotensi mendukung upaya penurunan berat badan.
Satu butir telur berukuran besar mengandung sekitar 78 kalori. Telur juga menyediakan sejumlah nutrisi penting, termasuk vitamin D, kolin, lutein, dan zeaxanthin.
Cara mengolah telur pun cukup beragam. Mulai dari dibuat omelet, telur orak-arik, campuran tumisan, hingga direbus. Untuk menu diet, telur rebus bisa menjadi salah satu pilihan karena tidak membutuhkan tambahan banyak minyak.
Selain memperhatikan cara pengolahan dan jumlah porsinya, waktu mengonsumsi telur juga dapat disesuaikan dengan aktivitas sehari-hari. Berikut tiga waktu yang bisa dipertimbangkan.
1. Pagi saat sarapan
Sarapan dengan telur dapat membantu tubuh mendapatkan asupan protein sejak awal hari.
Protein diketahui dapat meningkatkan rasa kenyang sehingga seseorang berpotensi lebih mampu mengendalikan keinginan makan hingga waktu makan berikutnya. Karena itu, telur bisa dipadukan dengan sayuran atau makanan bernutrisi lainnya sebagai menu sarapan.
2. Sesudah berolahraga
Setelah melakukan aktivitas fisik, tubuh membutuhkan asupan nutrisi untuk membantu proses pemulihan. Telur dapat menjadi salah satu pilihan karena mengandung protein yang dibutuhkan untuk membantu pemeliharaan dan pembentukan otot.
Contohnya, dua telur rebus dapat disantap bersama sayuran seperti tomat, paprika, atau bayam. Kombinasi tersebut memberikan protein sekaligus tambahan vitamin, mineral, dan serat.
3. Sebagai camilan pada malam hari
Makan telur pada malam hari masih menjadi perdebatan. Sebagian penelitian menunjukkan telur dapat menjadi pilihan camilan yang mengenyangkan setelah makan malam. Namun, ada pula orang yang justru mengalami gangguan tidur setelah mengonsumsinya.
Efek tersebut dapat lebih terasa pada orang dengan gastroesophageal reflux disease (GERD). Kandungan lemak pada kuning telur pada sebagian orang dapat memicu iritasi atau memperburuk gejala sehingga tidur menjadi kurang nyaman.
Di sisi lain, ada penelitian yang mengindikasikan konsumsi telur pada malam hari justru dapat membantu seseorang merasa kenyang dan tidur lebih baik.
Karena respons setiap orang berbeda, konsumsi telur sebelum tidur sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Jika muncul rasa tidak nyaman atau tidur terganggu, sebaiknya hindari mengonsumsi telur terlalu dekat dengan waktu tidur.
Pada akhirnya, waktu makan telur bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan diet. Jumlah kalori, kualitas makanan secara keseluruhan, aktivitas fisik, dan kualitas tidur juga berperan penting dalam proses menurunkan berat badan.
