
Jakarta – Teh menjadi salah satu minuman yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Mulai dari teh hitam hingga teh hijau, minuman ini kerap dinikmati saat sarapan, makan siang, maupun sekadar menemani waktu santai.
Teh juga dikenal memiliki berbagai kandungan yang bermanfaat bagi tubuh, terutama antioksidan. Konsumsi teh dalam jumlah yang sesuai dikaitkan dengan sejumlah manfaat, termasuk mendukung kesehatan jantung dan membantu menurunkan risiko beberapa penyakit kronis.
Namun, muncul pertanyaan mengenai waktu terbaik menikmati teh, terutama jika dikonsumsi berdekatan dengan waktu makan. Apakah sebaiknya diminum sebelum atau setelah makan?
Pakar sekaligus pencinta teh Oza Sudewo memberikan penjelasan melalui akun Instagram miliknya. Menurutnya, orang yang dalam kondisi sehat sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir mengenai pilihan minum teh sebelum atau sesudah makan.
“Yang berisiko jika seseorang punya kecenderungan anemia (kekurangan zat besi). Kalau anemia, maka harus mengatur cara minum teh,” ujar Oza.
Pengidap Anemia Perlu Mengatur Jarak Minum Teh
Bagi orang yang memiliki anemia atau berisiko kekurangan zat besi, waktu konsumsi teh perlu lebih diperhatikan.
Jika makanan yang dikonsumsi merupakan sumber zat besi, khususnya dari bahan nabati, Oza menyarankan agar tidak langsung minum teh setelah makan. Sebaiknya berikan jeda sekitar 1-2 jam sebelum menikmati teh.
Hal tersebut penting karena kandungan tertentu dalam teh dapat berpengaruh terhadap penyerapan zat besi dari makanan.
Sementara bagi orang yang tidak memiliki masalah kekurangan zat besi, minum teh sebelum maupun setelah makan pada dasarnya tidak menjadi persoalan besar selama tubuh dapat menerimanya dengan baik.
Perhatikan Kondisi Lambung
Bukan hanya soal penyerapan zat besi, kondisi lambung juga menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan ketika ingin minum teh sebelum makan.
Oza menjelaskan bahwa toleransi setiap orang terhadap teh bisa berbeda. Ada orang yang dapat menikmati teh ketika perut kosong tanpa masalah, tetapi ada pula yang justru mengalami gangguan pencernaan.
“Perut biasanya akan ada rasa perih atau mual. Tapi ini tidak semua teh ya,” jelasnya.
Jenis teh yang diminum juga dapat memengaruhi reaksi tubuh. Oza memberikan contoh dirinya yang merasa lebih sensitif ketika mengonsumsi teh oolong pada pagi hari dalam kondisi perut kosong. Sebaliknya, ia tidak merasakan masalah serupa ketika minum teh hitam atau teh hijau.
Kenali Teh yang Cocok untuk Tubuh
Tidak ada satu aturan yang berlaku sama bagi semua orang dalam hal toleransi terhadap teh. Karena itu, seseorang perlu memperhatikan respons tubuh setelah mengonsumsi jenis teh tertentu.
Jika ingin mengetahui apakah suatu jenis teh cocok diminum saat perut kosong, dapat mencoba secara bertahap dan mengamati reaksi tubuh. Bila muncul rasa mual, perih, atau ketidaknyamanan pada lambung, waktu maupun jenis teh yang dikonsumsi bisa disesuaikan.
Jadi, orang sehat umumnya dapat minum teh sebelum maupun sesudah makan, selama tidak menimbulkan keluhan. Namun, bagi orang yang mengalami anemia atau memiliki risiko kekurangan zat besi, sebaiknya beri jarak antara waktu makan dan minum teh agar penyerapan zat besi dari makanan tidak terganggu.
