
Jakarta – Cara menikmati kopi manis ternyata juga dapat memengaruhi respons tubuh terhadap gula darah. Bukan hanya jumlah gulanya, tetapi juga lamanya waktu menghabiskan minuman tersebut disebut berperan terhadap kerja metabolisme.
Banyak orang terbiasa menyeruput kopi manis sedikit demi sedikit selama bekerja. Segelas latte atau kopi susu bahkan kerap menemani aktivitas dari pagi hingga sore. Kebiasaan yang terlihat sepele ini ternyata dikaitkan dengan peningkatan kadar gula darah jika dilakukan terus-menerus.
Mengutip mStar, seorang pengguna Threads menceritakan bahwa hasil pemeriksaan HbA1c miliknya meningkat setelah terbiasa mengonsumsi minuman manis secara perlahan sepanjang hari. Pengalaman tersebut membuatnya mulai mengubah pola konsumsi minuman berpemanis dan membatasi durasi saat menikmatinya.
Secara teori, setiap kali gula masuk ke dalam tubuh, pankreas akan melepaskan insulin untuk membantu mengendalikan kadar gula darah. Jika minuman manis dikonsumsi sedikit demi sedikit dalam waktu yang panjang, tubuh terus menerima asupan gula sehingga produksi insulin berlangsung berulang tanpa banyak jeda.
Kondisi tersebut membuat kadar insulin tetap tinggi dalam waktu lebih lama. Apabila berlangsung terus-menerus, sensitivitas tubuh terhadap insulin berpotensi menurun dan meningkatkan risiko terjadinya resistensi insulin.
Sebaliknya, apabila minuman manis dihabiskan dalam rentang waktu yang lebih singkat, misalnya sekitar dua jam, kadar insulin memiliki kesempatan untuk kembali turun setelah proses pencernaan selesai. Dengan begitu, tubuh memperoleh waktu untuk kembali mencapai kondisi metabolisme yang lebih stabil.
Pola konsumsi ini juga diyakini berkaitan dengan hasil pemeriksaan HbA1c, yaitu tes yang menggambarkan rata-rata kadar gula darah selama beberapa bulan terakhir. Semakin lama gula darah bertahan pada level tinggi, semakin besar kemungkinan glukosa menempel pada sel darah merah sehingga nilai HbA1c ikut meningkat.
Karena itu, bila ingin menikmati kopi manis atau minuman berpemanis lainnya, banyak ahli menyarankan untuk mengonsumsinya dalam satu waktu, misalnya saat makan siang, daripada menyeruputnya sedikit demi sedikit hingga berjam-jam. Setelahnya, pilih air putih sebagai minuman utama agar tubuh memiliki kesempatan menormalkan kadar gula darah.
Dengan mengatur waktu konsumsi, pencinta kopi manis tetap dapat menikmati minuman favoritnya tanpa memberikan beban yang terus-menerus pada sistem metabolisme. Tetap perlu diingat bahwa membatasi asupan gula harian dan menjaga pola makan seimbang merupakan langkah penting untuk mendukung kesehatan secara keseluruhan.
