
Jakarta – Buah kering kerap dipilih sebagai camilan karena dianggap lebih sehat dibanding makanan manis lainnya. Meski masih mengandung serat dan sejumlah vitamin, tidak semua buah kering memberikan manfaat yang sama, terutama jika sudah melalui proses pengolahan dengan tambahan gula.
Dikutip dari Son of Grey melalui MSN, proses pengeringan menghilangkan sebagian besar kandungan air dalam buah. Akibatnya, gula alami dan kalori menjadi lebih pekat sehingga jumlahnya lebih tinggi dalam setiap porsi dibandingkan buah segar.
Tak hanya itu, beberapa produk buah kering juga diproses dengan tambahan gula, minyak, atau bahan pengawet. Kondisi tersebut membuat sebagian produk memiliki kandungan gula yang sangat tinggi, bahkan dalam porsi tertentu bisa menyamai atau melampaui permen.
Berikut beberapa jenis buah kering yang sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan.
1. Cranberry Kering
Cranberry memiliki rasa asam yang cukup kuat. Agar lebih mudah diterima konsumen, banyak produsen menambahkan gula saat mengolahnya menjadi buah kering.
Akibatnya, satu porsi kecil cranberry kering dapat menyumbang gula dalam jumlah yang cukup tinggi. Karena sering dijadikan topping salad atau campuran granola, tak sedikit orang mengonsumsinya tanpa memperhatikan porsi.
2. Mangga Kering
Mangga sudah mengandung gula alami dalam jumlah cukup tinggi. Setelah dikeringkan, kadar gula tersebut menjadi lebih terkonsentrasi karena kandungan airnya berkurang.
Pada sejumlah produk kemasan, gula tambahan juga sering ditambahkan untuk memperkuat rasa dan memperbaiki tekstur. Segenggam mangga kering dapat mengandung sekitar 30 gram gula atau bahkan lebih.
3. Kismis Berlapis Yogurt
Kismis berasal dari anggur yang telah dikeringkan sehingga kandungan gulanya memang cukup tinggi. Ketika diberi lapisan yogurt manis, jumlah gula dan kalorinya meningkat lebih jauh.
Lapisan tersebut umumnya mengandung gula, minyak nabati, dan bahan tambahan lain. Karena itu, camilan ini lebih menyerupai permen atau cokelat berlapis daripada buah kering biasa.
4. Nanas Kering
Banyak produk nanas kering direndam terlebih dahulu dalam larutan gula sebelum melalui proses pengeringan. Cara ini membuat tekstur menjadi lebih kenyal sekaligus meningkatkan rasa manisnya.
Dibandingkan nanas segar yang kaya air, nanas kering dengan tambahan gula memiliki kandungan gula yang jauh lebih tinggi sehingga sebaiknya dinikmati dalam jumlah terbatas.
5. Keripik Pisang
Meski berasal dari buah pisang, keripik pisang tidak selalu identik dengan camilan sehat. Banyak produk dibuat melalui proses penggorengan dan diberi tambahan gula sehingga kandungan lemak maupun kalorinya meningkat.
Proses tersebut membuat manfaat gizi pisang segar menjadi tidak lagi seimbang dengan jumlah kalori yang dikonsumsi.
6. Kurma
Kurma merupakan buah yang kaya serat, kalium, dan magnesium. Namun, buah ini juga mengandung gula alami dalam jumlah cukup tinggi.
Beberapa butir kurma saja sudah dapat menyumbang lebih dari 20 gram gula. Oleh karena itu, konsumsi secara berlebihan tetap berpotensi menyebabkan lonjakan kadar gula darah, meskipun berasal dari sumber alami.
Tetap Perhatikan Porsi
Buah kering bukan berarti harus dihindari sepenuhnya. Namun, karena kandungan gulanya lebih pekat dibandingkan buah segar, konsumsinya perlu dibatasi.
Saat membeli buah kering, pilih produk tanpa tambahan gula dan biasakan membaca informasi nilai gizi pada kemasan. Jika memungkinkan, buah segar tetap menjadi pilihan yang lebih baik karena mengandung lebih banyak air serta memberikan rasa kenyang lebih lama.
