
Jakarta – Terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi gula bukan hanya meningkatkan asupan kalori. Dalam kondisi tertentu, kadar gula darah yang tidak terkontrol juga dapat memicu perubahan pada kulit, termasuk munculnya bercak gelap di kaki maupun area lipatan tubuh.
Kadar gula darah yang tinggi dapat terjadi akibat pola makan kurang sehat, minim aktivitas fisik, hingga diabetes. Ketika tubuh tidak mampu menggunakan glukosa secara optimal, gula akan menumpuk di dalam aliran darah dan dalam jangka panjang dapat mengganggu fungsi pembuluh darah serta saraf.
Beberapa perubahan pada kulit bahkan bisa menjadi tanda adanya gangguan metabolisme atau komplikasi diabetes. Dikutip dari berbagai sumber, berikut penjelasannya:
1. Terlalu Banyak Gula Bisa Meningkatkan Risiko Diabetes
Asupan gula yang berlebihan dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko diabetes tipe 2, terutama jika disertai pola hidup yang kurang aktif.
Ketika kadar gula darah terus tinggi, pembuluh darah dan saraf dapat mengalami kerusakan. Kondisi tersebut membuat bagian kaki lebih mudah mengalami luka, infeksi, maupun masalah sirkulasi.
Dalam beberapa kasus, perubahan warna kulit dapat muncul sebagai salah satu tanda komplikasi yang berkaitan dengan diabetes.
2. Bercak Gelap di Kaki Bisa Berkaitan dengan Dermopati Diabetik
Salah satu perubahan kulit yang dapat ditemukan pada penderita diabetes adalah dermopati diabetik. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak kecokelatan atau lebih gelap, terutama pada bagian tungkai dan kaki.
Menurut Cleveland Clinic, bercak tersebut umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Kemunculannya berkaitan dengan perubahan pada pembuluh darah kecil akibat diabetes.
Karena itu, pemeriksaan kaki secara rutin penting dilakukan, terutama bagi orang yang memiliki kadar gula darah tinggi.
3. Area Lipatan Tubuh Dapat Menjadi Lebih Gelap
Perubahan warna kulit juga dapat terjadi di bagian tubuh yang memiliki lipatan. Salah satunya adalah acanthosis nigricans, yaitu kondisi ketika kulit menjadi lebih gelap, tebal, dan terasa seperti beludru.
Area yang sering terdampak antara lain leher, ketiak, serta selangkangan. Kondisi ini kerap dikaitkan dengan resistensi insulin.
Munculnya kulit yang menghitam di area tersebut tidak selalu berarti seseorang mengalami diabetes. Namun, perubahan ini dapat menjadi tanda adanya masalah metabolisme sehingga sebaiknya diperiksakan.
4. Luka pada Kaki Bisa Berubah Menjadi Lebih Serius
Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat membuat proses penyembuhan luka menjadi lebih sulit. Luka kecil di kaki pun berpotensi berkembang menjadi infeksi.
Dalam kondisi berat, kerusakan jaringan akibat infeksi dan gangguan aliran darah dapat menyebabkan gangren. Salah satu tandanya adalah jaringan kulit berubah menjadi hitam, disertai bau tidak sedap atau rasa nyeri.
Jika muncul luka yang menghitam atau tanda infeksi pada kaki, jangan menunda pemeriksaan medis karena kondisi tersebut dapat berkembang menjadi komplikasi serius.
5. Menjaga Gula Darah Jadi Langkah Penting
Mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula merupakan salah satu bagian dari pola hidup sehat. Selain itu, aktivitas fisik rutin, pola makan bergizi seimbang, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting.
Bagi penderita diabetes, menjaga kadar gula darah tetap terkendali dapat membantu menurunkan risiko komplikasi. Kaki juga sebaiknya diperiksa setiap hari untuk memastikan tidak ada luka, lecet, perubahan warna, atau tanda infeksi.
Perubahan kulit yang menghitam tidak selalu disebabkan oleh terlalu banyak makan gula. Namun, jika muncul bersamaan dengan gejala lain atau terjadi pada penderita diabetes, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mengetahui penyebabnya.
