
Jakarta – Menambahkan sedikit bubuk kunyit ke dalam secangkir kopi bisa menjadi cara sederhana untuk memberikan sentuhan berbeda pada minuman favorit. Perpaduan rasa kopi yang khas dengan aroma rempah kunyit juga dikenal sebagai turmeric coffee.
Kopi sendiri mengandung berbagai senyawa bioaktif, termasuk kafein dan antioksidan. Sementara itu, kunyit memiliki kurkumin yang banyak diteliti karena sifat antioksidannya serta potensinya dalam membantu meredakan peradangan.
Walaupun penelitian yang secara khusus menguji manfaat kombinasi kopi dan kunyit masih terbatas, masing-masing bahan memiliki sejumlah potensi manfaat kesehatan. Dikutip dari Health, berikut beberapa di antaranya.
1. Berpotensi Membantu Mengatasi Peradangan
Kurkumin merupakan komponen utama dalam kunyit yang banyak diteliti karena memiliki aktivitas antiinflamasi.
Peradangan sebenarnya merupakan respons alami sistem kekebalan tubuh ketika menghadapi cedera atau infeksi. Namun, peradangan yang berlangsung terus-menerus dapat berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan kronis.
Konsumsi kunyit dalam jumlah yang sesuai berpotensi membantu mengurangi proses peradangan. Sejumlah penelitian juga telah mengkaji penggunaan kurkumin pada kondisi yang berkaitan dengan inflamasi, termasuk radang sendi dan gangguan pencernaan.
2. Bisa Membantu Mengurangi Rasa Nyeri
Sifat antiinflamasi kurkumin juga membuat kunyit banyak diteliti sebagai bahan yang berpotensi membantu mengatasi rasa sakit.
Beberapa penelitian menemukan bahwa suplementasi kurkumin dapat membantu mengurangi nyeri pada penderita osteoartritis, termasuk pada bagian lutut. Senyawa ini juga diteliti dalam kaitannya dengan pemulihan nyeri otot setelah berolahraga.
Namun, efek kurkumin tidak bisa disamakan begitu saja dengan obat pereda nyeri. Jumlah kurkumin yang diperoleh dari penggunaan kunyit sebagai bumbu juga berbeda dengan dosis dalam penelitian suplemen.
3. Menambah Asupan Antioksidan
Baik kopi maupun kunyit memiliki senyawa yang bersifat antioksidan.
Antioksidan membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas dan stres oksidatif. Kopi mengandung sejumlah senyawa seperti asam klorogenat, sedangkan kunyit menyediakan kurkumin.
Karena itu, memasukkan keduanya ke dalam pola makan dapat menjadi salah satu cara mendapatkan beragam senyawa bioaktif dari makanan dan minuman.
4. Mendukung Kesehatan Jantung
Kurkumin juga banyak diteliti terkait kesehatan kardiovaskular. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa senyawa ini berpotensi memberikan efek positif terhadap beberapa faktor yang berhubungan dengan kesehatan jantung.
Salah satunya adalah kemampuannya dalam membantu mengurangi proses peradangan dan stres oksidatif yang dapat memengaruhi pembuluh darah.
Meski begitu, minum kopi kunyit tidak dapat dianggap sebagai cara tunggal untuk mencegah penyakit jantung. Pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, tekanan darah, dan faktor kesehatan lainnya tetap memiliki peran penting.
5. Dapat Menjadi Pendamping Program Pengelolaan Berat Badan
Kafein dalam kopi sering dikaitkan dengan peningkatan pengeluaran energi dan proses metabolisme. Karena alasan tersebut, kopi kerap menjadi bagian dari pola hidup orang yang sedang mengatur berat badan.
Kurkumin dari kunyit juga telah diteliti terkait berat badan dan komposisi tubuh. Beberapa penelitian menemukan adanya perubahan kecil pada berat badan, indeks massa tubuh, maupun lingkar pinggang setelah konsumsi kurkumin.
Namun, hasil penelitian tersebut belum cukup untuk menjadikan kopi kunyit sebagai minuman peluntur lemak. Penurunan berat badan tetap bergantung pada keseimbangan asupan makanan, aktivitas fisik, dan kebiasaan hidup secara keseluruhan.
6. Berpotensi Mendukung Sistem Pencernaan
Kurkumin turut diteliti karena potensinya dalam membantu menjaga fungsi saluran pencernaan.
Beberapa penelitian menemukan bahwa kurkumin dapat membantu mengurangi keluhan tertentu seperti kembung dan rasa tidak nyaman pada perut. Senyawa ini juga sedang diteliti terkait pengaruhnya terhadap mikrobiota usus.
Kendati demikian, kopi tidak selalu cocok untuk semua orang. Pada individu tertentu, kafein dan komponen kopi justru dapat memicu keluhan seperti asam lambung naik atau perut tidak nyaman.
Kopi Kunyit Tetap Perlu Dikonsumsi Secukupnya
Perpaduan kopi dan kunyit memang menarik karena kedua bahan memiliki senyawa bioaktif yang potensial bagi kesehatan. Namun, manfaat tersebut tidak berarti semakin banyak dikonsumsi maka semakin baik.
Jika ingin mencoba turmeric coffee, gunakan kunyit dalam jumlah wajar dan hindari menambahkan terlalu banyak gula atau krimer tinggi lemak.
Yang terpenting, kopi kunyit sebaiknya dipandang sebagai bagian dari pola makan sehat, bukan sebagai pengganti pengobatan atau solusi instan untuk menurunkan berat badan maupun mencegah penyakit.
